Saturday, March 25, 2006

40 raja dan sunan berkumpul di Sanur, Denpasar, Bali.

Jum’at, 24 Maret 2006
40 Raja Berkumpul di Bali
Sumber Tempo
Sekitar 40 raja dan sunan dari berbagai keraton di Tanah Air mulai kemarin berkumpul di Sanur, Denpasar, Bali. Mereka mengadakan pertemuan konsolidasi untuk membahas nasib dan masa depan keraton masing-masing sebagai pusat kebudayaan.Menurut Ketua Lembaga Pengamatan dan Penelitian Keraton Se-Nusantara, K.P.H. Gunarso G. Kusumodiningrat, pihaknya prihatin terhadap posisi keraton saat ini yang cuma menjadi tunggangan politik kelompok tertentu dan bersifat sesaat.
Melalui pertemuan itu, kata dia, para ahli waris keraton ingin menegaskan kembali bahwa keberadaan mereka sebagai pemelihara kebudayaan Indonesia sangat membutuhkan perhatian. Masalah biaya perawatan keraton, misalnya, mereka mengusulkan dimasukkan ke anggaran pendapatan dan belanja negara sehingga jelas alokasinya.Raja Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan, menambahkan kebangkitan keraton bukan untuk menghidupkan budaya feodalisme.
Upaya ini bermaksud mengungkapkan kembali nilai-nilai luhur kebudayaan yang bersumber dari keraton, seperti keteladanan, kepemimpinan, dan komitmen persatuan bangsa.Ida Tjokorda mencontohkan peringatan 100 Tahun Puputan Badung yang saat ini berlangsung di Bali. Ini adalah peristiwa ketika Raja Denpasar beserta seluruh rakyatnya melawan penjajah Belanda pada 1912.
"Semangat heroisme ini bukan hanya milik orang Bali, tapi milik kita semua," ujarnya. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah masih mengakui keberadaan raja-raja dan keraton sebagai sumber nilai kebudayaan.
Karena itu, menurut dia, kebangkitan kembali keraton akan bermanfaat bagi kehidupan bangsa. Secara praktis, kata Wacik, keberadaan keraton memberi daya tarik khusus bagi dunia pariwisata Indonesia.
koran

0 Comments:

Post a Comment

<< Home